bittersweet symphoni

Blog EntryKeajaiban Satu Hobby Dalam Menemukan JalanNov 26, '07 6:08 AM
for everyone

Pernah kan, rekan-rekan mendengar satu ungkapan...
bahwa bila satu hobby, satu visi pasti akan mudah menemukan jalannya
Ungkapan yang sering saya dengar itu, minggu kemaren benar-benar saya jalani sendiri
 
Berawal dari "kambuhnya" kesenangan bersepeda saya pada pertengahan 2005-an
Dari situ saya mencari tahu jejak tapak keberadaan bike to work
Ajaib... disitu saya menemukan jalan, jalan pertemuan dengan kawan lama
yang sudah lebih dari 10 tahun lebih tidak berjumpa
Ya, di komunitas b2w-Indonesia lewat milisnya saya bertemu kembali
Bayu Wahyudi
Kini Bayu menjadi salah satu anggota aktif di komunitas pekerja bersepeda
Bandung Commuter
Kita sama-2 kelahiran Cirebon, senang gambar, dan hobby maen sepeda
 
Keajaiban itu ternyata tidak berhenti disitu saja..
Ketika tulisan saya tentang Tag Kuning....beredar di milis
Seorang goweser sejati Dudi Rachmat, membalas email saya secara pribadi
Saya terkejut, karena pesepeda sejati di kawasan Jakarta..
jauh sebelum b2w lahir itu.. kini menetap di
Cirebon
 
Bahkan ketika kang Dudi yang kental sekali logat Sunda-Bandungnya itu
menyebut soal Ciperna, saya benar-benar dibuat sangat sangat terkejut
Karena Ciperna itu merupakan kawasan tempat berkumpulnya para pesepeda dari berbagai lapisan
Dulu... tahun 1989-an jaman saya masih SMP, tempat itu menjadi tempat favorit
saya bersama-sama teman2 sepermainan menggenjot sepeda BMX rame-2 nanjak menuju kesana
 
Lagi-lagi keajaiban itu kembali menghampiri saya...
Sabtu sore 24 November 2007, kalo tidak salah sekitar pukul 15.30-an
Untuk pertama kalinya saya mengontak Dudi Rachmat
Lewat HP-nya saya bertanya soal tempat setting sepeda yang bagus di Cirebon
Gayung bersambut, Dudi memberitahu soal Tiki di kawasan Pulasaran Cirebon
yang lebih bagus dibanding yang tempat setting sejenis di depan LP Cirebon, kawasan Kesambi
(Sayang sekali pada kesempatan itu saya tidak bisa bergabung dengan Dudi & b2w Cirebon
dalam acara Night Rider, perjalanan dibawah sinar bulan purnama ke kawasan Setu Patok Cirebon)

 
Begitu saya datang dengan Shimano Optimiz Silver metalik, di toko Tiki tadi...
2 orang goweser sejati dari Cirebon menyambut dengan sangat ramah
Sepersekian detik saya melihat Tag BFEGTB melambai di salah satu sepeda yang terparkir disitu
Sepeda sederhana berwarna hijau itu ternyata milik Kang Mamat
(kang adalah sebutan panggilan di Cirebon, seperti mas di Jawa ato Uda di Padang)
 
"Wah dari Jakarta ya mas?" sapa kang Mamat akrab
"Hmm.. iya saya kini tinggal di Jakarta, tapi saya asli Cirebon kang" jawab saya pelan
 
Obrolan akrab berlanjut hingga bermenit-menit, sayang sekali rekan goweser satunya
pamit pulang, karena memang waktu itu sudah pukul 5 sore lewat
Saya bertanya seputar b2w-Cirebon, BFEGTB Cirebon-Tegal, kelompok 35,
komunitas sepeda di Cirebon hingga klub Macan Ali
 
Benar-benar beruntung saya sore itu...
ternyata kang Mamat ini adalah eks pentolan klub sepeda Nekad
juga anggota kelompok 35 yang mengawal di belakang kelompok 15 dalam tour BFEGTB
Gak heran, kalo di bawah saddle sepedanya ada Tag BFEGTB :-)
Saya bisa bertanya langsung tentang semuanya...
semua hal tentang kegilaan bersepeda, komunitas sepeda di Cirebon dan klub Macan Ali
 
Keberuntungan saya berlanjut, rekan-rekan..he.he.he...
Kang Mamat tanpa mengenal lelah, mengantar saya secara langsung
menuju rumah Ketua klub sepeda Macan Ali. Tidak jauh dari toko Tiki berada.
Benar-benar tidak diduga oleh saya sebelumnya
Ternyata klub Macan Ali itu, sebuah klub sepeda yang didukung penuh
oleh kesultanan Kanoman Cirebon..!
 
Sungguh luar biasa, keajaiban kali ini....
satu hal yang sangat jarang dilakukan oleh masyarakat Cirebon adalah
bertemu langsung dengan keluarga keraton..Kecuali bila ada sesuatu hal atau acara
Itupun biasanya penuh birokrasi ini itu...
Tapi hal itu, pada sabtu sore itu... saya dengan mudah bisa bertatap muka langsung
bahkan mengobrol sangat akrab dengan Elang Adi Kartanuddin, ketua klub sepeda Macan Ali
(Elang, adalah gelar kebangsawanan keluarga keraton Kanoman)
 
Mama Elang, begitu Elang Adi akrab disapa...
Beliau bercerita semua tentang Macan Ali
pertemanannya dengan b2w-Cirebon dan kang Dudi Rachmat
hingga Macan Ali yang ber-sinergi dengan klub-2 sepeda di Cirebon
seperti Nekad, Selecta, MCM, Matrix, dll..
(dalam bahasa Cirebon...mama, berarti bapak atau Ayah)
 
Bagi saya pribadi menemukan jalan bertemu langsung
dengan tokoh penting klub Macan Ali adalah pengalaman tak terlupakan
Pengalaman yang sebenarnya dimulai dari kambuhnya kegilaan bersepeda saya,
berlanjut dengan pertemanan dengan Dudi Rachmat, bertemu kang Mamat...
hingga akhirnya bertemu komunitas Macan Ali
 
Kemudahan berakrab-akrab karena kita satu hobby, satu visi
dan akhirnya kesamaan itu menemukan jalannya...
 
Bahkan saya juga bisa menyambung tali silaturahmi dengan Bayu
Sayangnya saya pada minggu 25 November 2007 itu, tidak dapat menjumpai kang Yudi
(kang Yudi ini juga yang turut memberi jalan seputar Ciperna dan komunitas sepeda Cirebon)
 
Ada benang merah dari semua kisah pribadi yang telah saya ceritakan diatas
Yakni komunitas b2w-Indonesia-lah yang sebenarnya sudah menuntun saya
dalam menemukan jalan-jalan itu.....
 
Jalan bertemu kang Bayu, jalan mengenal kang Dudi, jalan bertemu kang Mamat
hingga jalan bertemu tokoh penting klub Macan Ali...
 
Terimakasih b2w-Indonesia...!


 


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help