Keajaiban itu ternyata akan terus mengikuti jejak langkah saya kembali menggeluti kegemaran masa SMP, yakni kegemaran mengayuh sepeda…
bergowes seperti tahun 1985-an dulu…
Setelah sukses bertemu komunitas dan para pecinta sepeda
di kota kelahiran, Cirebon
pada akhir Oktober 2007 lalu.
Waktu itu saya “digiring” oleh Ang Mamat.
Seorang goweser yang sempat mengawal tim 15 BFEGTB hingga kota Tegal dan dia juga anggota komunitas sepeda terbesar di Cirebon. Macan Ali
Kembali keajaiban itu terjadi, tepatnya pada malam yang sangat cerah di langit Pasar Festival Jakarta, tanggal 18 Januari 2008. Saya akhirnya bisa..
tepatnya memberanikan diri..bertemu dengan rekan-rekan komunitas b2w pusat
Waktu itu saya hanya berpikir, ketika melewati puluhan komunitas pekerja bersepeda yang belakangan gaungnya semakin kencang di tengah situasi lalu lintas Jakarta
yang kian tak menentu. Saya harus menemui sosok “Mamat-mamat” lain yang harus “menggiring” saya menemui komunitas paling ajaib di seantero Jakarta tersebut J
Halaah… belum lagi saya harus melewati perempuan-perempuan manis dan energik
yang sedang bercengkrama dengan para b2w’ers pria
Memang malam itu, sedang ada peliputan Srikandi-srikandi b2w oleh tabloid NOVA
Sambil melangkah pelan, namun kepala tetap tengok kiri kanan sambil berjalan pelan..
Tapi pikiran terus berputar sambil sesekali bergumam dalam hati…
Yang mana ya..? Om Alfa, Om Afan, Om Akung, Om Edwin, Om Iyunk, Om Chairul,
Om Zay, Om Eben, dan Om Rivo yang memang nama-nama itu akrab di kuping…
Karena pernah membalas email saya terdahulu, tentang makna indah tag kuning b2w.
Sempat juga kepikiran, teman-teman yang selama ini menjadi contact di MP saya www.emkzone.multiply.com, adakah hadir diantara mereka?
Hmm… Septi, Nadyah, Om Luthfie, Om Emir T3ko, Om Fauzan, dan Om Ozy… Mungkinkah mereka sedang berada di tengah-tengah rekan-rekan b2w
yang malam itu ramai berkumpul?
Gak mungkin dong, saya slonong boy sok akrab sambil bertanya-tanya
pada orang-orang yang baru pertama kali dilihat itu..he.he.he.
Eureka…!!!
Entah kenapa setelah memasuki hampir separoh bagian dalam pasar festival,
tiba-tiba saya teringat Om Zay… A-haa… J
Om Zay, yang pada kali pertama pernah dikontak lewat telepon genggamnya perihal tag kuning dan bag cover. Akhirnya saya kontak kembali malam itu
Singkat cerita… Akhirnya saya bisa menemui “Mamat” baru,
sebagai penyambung lidah, paling gak yang bisa menggiring saya menemui rekan-rekan b2w Jakarta
“Oh iya, Ottie biasanya selalu hadir mas..masih di jalan kali” begitu kata Om Zay yang malam itu begitu ngeujreng dengan jaket dan helm pink-nya
Seperti dalam kisah sinetron saja, yang semuanya terjadi serba kebetulan…
Tiba-tiba ada sosok ramah yang melempar senyum mendekati saya dan Om Zay….
“Luthfie…” kata sosok tadi memperkenalkan diri, yang pada malam itu mengenakan jaket abu-abu putih dan tas gemblok hitam
“Ini yang punya MP siluthfie studio itu ya..” jawab saya dengan semangat
Benar-benar dah…. Ajaib…!
Kenapa saya sebut ajaib? Karena kalo di Cirebon saya hanya menemui seorang Mamat… sebagai penyambung lidah.
Di Jakarta, justru saya menemukan 2 orang yang akhirnya membuat saya tidak grogi lagi seperti saat pertama datang melewati kumpulan rekan2 b2w Jakarta
Setelah kita bertiga ngobrol-ngobrol, akhirnya tinggal saya dan Om Luthfie saja yang melanjutkan obrolan. Karena nampaknya Om Zay sedang sharing
dengan rekan-rekan b2w lainnya
Saya pikir dari obrolan itu perlu saya gali, korek…kalo perlu uber sisik melik b2w Jakarta dan orang-orangnya
Obrolan santai yang sepertinya kita sudah mengenal lama, dan memang inilah bukti bahwa satu kesamaan hobby dan visi. Niscaya akan mudah temukan jalan..
Jalan ber-akrab-akrab diantaranya…
Saya bercerita tentang b2w-Cirebon dengan Duddy Rachmat-nya, tak lupa pengalaman “menyusup” dan bergowes bareng dengan komunitas Macan Ali
Beberapa kali saya katakan bahwa sering terjadi sinergi antara komunitas sepeda yang ada di Cirebon. Terutama sinergi Macan Ali dan b2w-Cirebon yang tempo hari ikut andil menyukseskan hajatan besar BFEGTB 2007
Diselingi perkenalan dengan rekan-2 b2w lainnya, diantaranya saya bisa bertemu dan ngobrol sebentar dengan mbah WTT. Sosok kalem itu ternyata tampak lebih muda dari foto yang ada di MP-nya… weird to tell..he.he.he.. begitu kata Om yang bernama asli Wahyu itu yang merupakan penggila uphill dan berjuluk si dengkul platinum J
Cuma ketika Om Luthfie bertanya sudah berapa banyak pekerja bersepeda di Cirebon tiap harinya, hingga dari golongan mana biasanya mereka..
Saya tidak bisa menjawabnya he.he.he… Karena memang ketika saya bolak-balik ke Cirebon di periode Agustus-Desember 2007. Kedatangan saya selalu hari Jumat malam. Dan pada Sabtu-Minggu kantor-kantor pada tutup, pada Sabtu saya touring aspal menyusuri pelosok kota Cirebon yang sudah banyak berubah wajah dan pada Minggu paginya ke kawasan Ciperna yang merupakan tempat “keramat” goweser Cirebon dan sekitarnya
Tapi jawaban itu bisa saya beberkan ke hal lain, ketika saya bercerita tentang sinergi tadi, diantaranya yang saya ceritakan adalah… Bila kita ke Ciperna, bukan pemandangan yang aneh, kala kita melihat orang-orang berkaos Macan Ali. Tapi di sepedanya melambai-lambai tag kuning b2w yang syarat makna itu
Ketika asyik ngobrol, bahkan saya sempat dikejutkan dengan kehadiran sosok perempuan yang nampak “aneh” Karena tidak mengenakan pakaian “adat” seperti yang lain..layaknya orang bersepeda. Tapi dari senyum yang mengambang dan wajahnya. Saya tahu banget siapa dia
Perempuan yang ternyata jauh dari kesan pendiam seperti pembawaannya itu,
sudah ada di depan saya….he.he.he.. Akhirnya Tante Ottie datang juga…
Masih mengenakan busana kerja namun sangat casual, humas (kalo tidak salah) b2w pusat itu sudah berada di tengah-tengah para srikandi dan b2w’ers…
Sempat ngobrol sebentar dengan Tante Ottie, srikandi b2w ini dulu pernah bertemu dengan komunitas Macan Ali saat tim 15 BFEGTB mampir di Cirebon.
Wajahnya yang sangat ambon manise namun ternyata logat jawa-nya sangat kental…he.he.he….
Berkaos hijau dengan kepala gundulnya ditutupi syal…begitu datang…semua orang bersorak…. Dan pelataran atas pasfes serasa bergemuruh malam itu.
Hmm..siapa dia?
Om Anto botak ternyata… :-D
Kalo saya ingat Om yang satu itu, ingatan saya pasti tertuju pada iklan FIF yang nyeuleneh itu, dan ingat soal rencana video klip sepeda (seperti iklan layanan masyarakat)
Om yang berwajah seperti orang Timur Tengah itu juga pernah mengajak saya lewat emailnya tentang wisata kuliner samping Trans TV yang konon terkenal
dengan menu-menu anehnya
Tidak sampai disitu saja saya juga “ditakdirkan” bertemu rekan sekampung…
Bedanya dia dari daerah tetangga di kawasan Beber, Kabupaten Kuningan
*speechless nih about keajaiban* he.he.he.
“Permisi, toiletnya sebelah mana ya?” begitu sapa saya begitu dia menyebut nama..
“Ha.ha.ha.ha…” tawa membahana dari seorang yang sekilas mirip Tio Pakusadewo itu
Yup, “Permisi…. Itu adalah sapaan khas Inu Febiana.. di dalam kolom guestbook…kala dia kelayapan ke MP-MP b2w’ers yang baru dilihatnya
Kala saya SMS-an dengan Om Duddy Rachmat, setelah malam menakjubkan itu
Katanya Om Inu Febiana ini juga akan mampir ke Cirebon pada 27 Jan 2008 buat membantu kampanye rekan-rekan b2w-Cirebon.
Sayangnya saya tidak dapat menerima ajakan om Duddy, untuk hadir disana.
Karena pada tanggal itu ada satu keperluan di Jakarta yang tidak bisa ditinggal
Selamat buat rekan-rekan b2w Cirebon deh….
Hingga saya juga ketemu dengan penjual si koneng, Om Wahyu yang biasa disapa rekan-rekan b2w’ers dengan panggilan si OB
Malam itu sosok yang nampaknya pernah saya temui, tapi dimanaaaa gitu…. Datang bersama dengan istri dan si koneng kesayangan…
Ach.. akhirnya saya bisa melihat dari dekat tongkrongan si koneng, sepeda yang merupakan produk asli keluaran komunitas bike to work b2w
Puncak obrolan kita saat itu adalah berbicara tentang “ikon” b2w, maksudnya siapa sebenarnya sesepuh dibalik kebesaran nama b2w hingga saat ini
“Mas harus kenal ama Om Tekad, tadi ada disini kok…” kata Om Luthfie semangat
Om Tekad?
(bersambung)
Tentang 3T………
Tentang Keajaiban-keajaiban versi Om Tekad
Tentang salah persepsi pandangan masyarakat diluar Jakarta, soal fashion bike
Tentang keinginan versus kebutuhan didalam miliki sepeda
Dll…………..